Gelar Dzikir dan Tausiyah Kebangsaan, MDHW Serukan Islam Damai

Hubbulwathon.org, Yogyakarta – Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) kembali menggelar dzikir dan tausiyah kebangsaan. Kali ini digelar di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (13/5) malam.

Sekretaris Jenderal PB MDHW, Hery Haryanto Azumi, dalam sambutannya mengatakan bahwa paham keagamaan yang mengarah kepada radikalisme harus dikikis habis dengan ajaran-ajaran Islam damai yang menghormati keberagaman dan perbedaan.

“Segala tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama tidak dapat dibenarkan karena agama tidak pernah mengajarkan kezaliman,” kata Hery.

Hery juga mengajak kepada masyarakat untuk cerdas dalam menerima dan memamah informasi di era digital seperti sekarang ini.

“Aktivitas terorisme dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah menyebarkan informasi yang salah untuk menjustifikasi tindakan kekerasan yang mereka lakukan. Karena itu kita harus cerdas dalam menerima dan memamah informasi,” tambahnya.

Selain itu, Hery juga menghimbau kepada organisasi-organusasi Islam nasionalis, seperti NU dan Muhammadiyah, untuk lebih agresif dalam mengkampanyekan Islam damai di Indonesia dan kawasan.

“Teroris tidak bisa diceramahi. Mereka adalah agen-agen perusak yang ditugaskan untuk menghancurkan NKRI. Mereka menerima perintah dari kekuatan-kekuatan yang tidak ingin melihat Indonesia maju dengan tetap berpijak pada keragaman,” terang Hery.

Sebagai langkah taktis dan strategis, Hery pun menghimbau kepada aparat keamanan dan pertahanan untuk menghadapi terorisme dengan payung hukum pidana luar biasa atau khusus, misalnya dengan Perpu Anti Terorisme.

“Perpu Anti Terorisme perlu segera disahkan agar segala bentuk tindakan terorisme dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki, mengatakan bahwa Islam rahmatan lil alamin adalah Islam yang paling pas dijalankan. Yakni Islam yang menghargai kebhinekaan dan sikap tawasuth (tengah-tengah). Dalam konteks Indonesia, Islam rahmatan lil alamin dikenal dengan istilah Islam kebangsaan.

“Islam rahmatan lil alamin adalah Islam yang paling pas dijalankan. Islam itu menghargai kebhinekaan dan keberagaman. Majelis Dzikir Hubbul Wathon dari visi misinya mencoba menjalankan itu,” kata KH Mas’ud Masduki.

Seturut dengan itu, Pengasuh Ponpes UNIQ Nusantara KH M Abdul Ghufron mengajak masyarakat Indonesia selalu semangat menjaga NKRI. Ia juga mengapresiasi apa yang dilakukan MDHW.

“Kita harus bersemangat menjaga NKRI. Apalagi kini mulai banyak kelompok yang ingin merorongnya. MDHW menurut saya salah satu gerakan yang bersemangat untuk menjaga NKRI dari rongrongan siapapun. Di daerah pelosok seperti ini, MDHW pun mengajak warga berdzikir dan mencintai tanah air. Ini sangat bagus,” kata KH M Abdul Ghufron.

Sebagai informasi, kegiatan Dzikir dan Tausiyah Kebangsaan ini juga diisi dengan pagelaran seni budaya Wayang Kulit.

Hadir dalam acara tersebut antara lain KH Mas’ud Masduki  (Rais Syuriah PWNU DIY), Hery Haryanto Azumi (Sekjen PB MDHW), KH Abdul Muiz Aziz (Ponpes Denanyar, Jombang, Jatim), KH M Heru Taufiq (Pompes Tebu Ireng Jombang), KH M Abdul Ghufron (Pengasuh Ponpes UNIQ Nusantara), Gus Ruhullah Taqy Murwat (Sekretaris MDHW DIY), KH Nur Charis (Ponpes Salimiyah Mlangi), KH Tajul Mafakhir (Majelis Muwasholah), Gus Janki Dausat (PCNU Kota Yogyakarta), KH Abdul Hamid (PCNU Kota Yogyakarta), KH Juwadi (PCNU Kulon Progo), dan KH Bardan (Rais Syuriah PCNU Gunung Kidul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *