Menyambut Kemerdekaan Ulama akan Dzikir di Istana

Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) akan menggelar istigasah dan zikir untuk kali pertama setelah di-launching pada 13 Juli lalu.

Tidak tanggung-tanggung, MDHW diberi kesempatan menggelar istigasah dan zikir di Istana Negara, Jakarta, 1 Agustus mendatang.

Kabarnya, hal itu merupakan permintaan langsung Presiden Joko Widodo.

Jokowi, sapaan karib Joko Widodo disebut-sebut ingin memperingati HUT ke-72 Indonesia dengan berzikir.

Karena itu, istigasah dan zikir di Istana Negara nanti diberi tajuk Dzikir Kebangsaan.

Sekadar diketahui, keinginan Jokowi sudah disampaikan saat mendeklarasikan Majelis Dzikir Hubbul Wathon di Hotel Borobudur pada 13 Juli lalu.

Dia berharap alim ulama mendoakan Indonesia agar terhindar dari perpecahan.

Sekretaris Jenderal Presidium Nasional MDHW Hery Haryanto Azumi mengungkapkan, banyak cara untuk menjaga bangsa dan negara. Di antaranya dengan zikir.

“Zikir sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Artinya, kita patut bersyukur atas keragaman berbangsa dan bernegara,” tutur Hery, Minggu (23/7).

Menurutnya, Indonesia besar karena keberagamannya yang terimplementasi melalui keutuhan dan kerukunan antarmasyarakat.

Nah, keutuhan dan kerukunan itu yang harus terus dijaga.

“Menjaga kesatuan bangsa, mensyukuri nikmat kemerdekaan bisa dengan zikir, selain dengan cara-cara dialog,” ujar mantan Ketum PB PMII ini.

Sementara itu, Koordinator Simpul Alim Ulama MDHW Doddy Nugroho mengungkapkan, Dzikir Kebangsaan di Istana Negara nanti akan dihadiri sekitar 2.000 alim ulama.

Acara itu juga akan dihadiri pimpinan pondok pesantren, habib, majelis taklim, dan tokoh-tokoh agama dari organisasi keagamaan Islam.

“Para pejabat negara, menteri, para budayawan, dan pegiat seni juga hadir,” ujar Doddy.

Dia menambahkan sebelum acara itu digelar, Jokowi akan menyampaikan pidato memperingati kemerdekaan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan arahan kebangsaan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dan tausiyah kebangsaan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj(jpnn/m.a.k)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *